No history yet

Topologi Jaringan Data Center

Mengapa Lalu Lintas Data Mengubah Desain Jaringan

Di pusat data modern, cara server berkomunikasi satu sama lain telah berubah secara fundamental. Dahulu, sebagian besar lalu lintas data mengalir secara vertikal, dari pengguna di luar pusat data ke server di dalam, lalu kembali lagi. Ini disebut lalu lintas —pola yang dapat diprediksi seperti lalu lintas masuk dan keluar kota.

Namun, aplikasi saat ini, seperti komputasi terdistribusi dan arsitektur microservices, membuat server perlu terus-menerus berbicara satu sama lain. Aliran data ini bergerak secara horizontal di dalam pusat data itu sendiri. Ini adalah lalu lintas East-West, dan volumenya jauh lebih besar dan kurang dapat diprediksi dibandingkan lalu lintas North-South. Arsitektur jaringan lama tidak dibangun untuk menangani banjir lalu lintas internal ini, yang menyebabkan kemacetan dan latensi tinggi.

East-West Traffic

noun

Komunikasi data internal antara server-server yang berada di dalam pusat data yang sama.

Three-Tier vs. Leaf-Spine

Arsitektur tradisional, yang dikenal sebagai model Three-Tier, terdiri dari tiga lapisan hierarkis: Access, Aggregation, dan Core. Switch Access menghubungkan server secara langsung. Switch Aggregation mengumpulkan lalu lintas dari beberapa switch Access. Terakhir, switch Core menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi antar switch Aggregation dan ke jaringan eksternal.

Masalahnya? Desain ini memaksa lalu lintas East-West untuk menempuh perjalanan jauh ke atas hierarki (ke lapisan Aggregation atau bahkan Core) sebelum turun kembali untuk mencapai server lain di rak yang berbeda. Proses yang disebut hairpinning ini menciptakan latensi dan titik kemacetan. Selain itu, untuk mencegah loop jaringan, protokol seperti Spanning Tree Protocol (STP) sering digunakan, yang secara efektif menonaktifkan link redundan, membuang setengah dari kapasitas bandwidth yang tersedia.

Masukkan arsitektur Leaf-Spine. Terinspirasi oleh Clos Network dari telekomunikasi, desain ini meratakan jaringan menjadi dua lapisan: switch Leaf (terhubung ke server) dan switch Spine (inti jaringan). Aturannya sederhana: setiap switch Leaf terhubung ke setiap switch Spine, dan tidak ada koneksi antar Leaf atau antar Spine. Hasilnya adalah jalur yang sangat efisien dan dapat diprediksi. Komunikasi antara dua server mana pun di pusat data hanya memerlukan dua 'lompatan': dari server ke switch Leaf, lalu ke switch Spine, dan turun ke switch Leaf tujuan.

Arsitektur ini sepenuhnya menggunakan semua link yang tersedia melalui Equal-Cost Multi-Path (ECMP) routing, secara efektif mendistribusikan beban lalu lintas dan menghilangkan kebutuhan akan STP. Skalabilitasnya juga lebih mudah: jika Anda kehabisan port server, tambahkan switch Leaf baru. Jika switch Leaf mulai jenuh, tambahkan switch Spine baru.

Konektivitas Fisik dan Offloading Cerdas

Untuk mendukung bandwidth besar yang dibutuhkan oleh arsitektur Leaf-Spine, konektivitas serat optik adalah standar. Transceiver pluggable seperti (untuk 10 Gbps) dan QSFP (Quad Small Form-factor Pluggable) untuk kecepatan lebih tinggi (40/100 Gbps dan seterusnya) menjadi komponen kunci. Modul-modul kecil ini memungkinkan switch untuk terhubung ke berbagai jenis kabel serat optik dengan jarak yang bervariasi, memberikan fleksibilitas dalam desain fisik pusat data.

Lesson image

Tantangan berikutnya adalah beban pada CPU server. Setiap paket jaringan yang masuk dan keluar memerlukan pemrosesan, yang menghabiskan siklus CPU yang berharga. Di sinilah SmartNIC (Network Interface Card) dan DPU (Data Processing Unit) berperan. Tidak seperti NIC standar yang hanya meneruskan data, SmartNIC dan DPU memiliki prosesor onboard sendiri untuk menangani tugas-tugas jaringan seperti enkapsulasi, firewall, dan penyeimbangan beban. Dengan melakukan 'offloading' tugas-tugas ini dari CPU utama, lebih banyak sumber daya komputasi dapat didedikasikan untuk menjalankan aplikasi, meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan.

Transisi dari arsitektur Three-Tier ke Leaf-Spine, yang didukung oleh konektivitas serat optik berkecepatan tinggi dan offloading pemrosesan jaringan, merupakan respons langsung terhadap tuntutan aplikasi modern. Ini adalah pergeseran dari hierarki yang kaku ke jaringan datar yang lebih tangkas, dapat diskalakan, dan efisien.

Quiz Questions 1/5

Apa perbedaan utama antara lalu lintas data North-South dan East-West di pusat data?

Quiz Questions 2/5

Manakah dari berikut ini yang merupakan masalah utama dari arsitektur Three-Tier tradisional saat menangani lalu lintas East-West yang padat?